Dalam bahasa arab, *informasi* disebut *ma'lumat*. Dari kata _'alama_, lalu _a'lam_. Bagi saya yang _gak mondok_, itu adalah simbol dari entitas tak terbatas (ilmu Allah), menjadi informasi yang dibatasi (domain-domain eksistensi) agar _"Tuhan juga mengalami kehidupan itu"_.
Ketika Dia berkata : _Aku adalah khazanah tersembunyi, dan Aku ingin dikenali_.
Itu adalah Kehendak Dia sendiri untuk membatasi "bagian" dari Diri-Nya. Ibarat kertas putih kosong, Tuhan melingkari warna putih di tengah-tengah kertas putih tersebut. Untuk apa? Agar ada 'permainan', kehidupan, _human being_, peradaban, dan seterusnya. Dari awal, permainan yang Tuhan sebut dalam Qur'an, _The Great Game-nya_ adalah permainan mencari-Nya. Kembali ke analogi kertas putih itu, garis melingkar itulah yang saya sebut sebagai "ilmu Allah" yang Dia sengaja batasi. Dan itulah yang disebut *ma'lumat*, atau domain informasi.
Lalu, mengapa dalam buku saya *Cosmic Information Dynamic's*, itu disimbolkan dengan *C* (Consciousness), atau kesadaran?
Setiap informasi, ada arti (makna). Informasi (ma'lumat) adalah entitas 'fisiknya', sedangkan kesadaran, adalah entitas 'makna-nya'. Dia mengatakan _Segala sesuatu tercipta dari al wahid_, bahkan dari domain informasi dan makna, adalah dualitas yang saling melengkapi, dari kehendak *ingin dikenali* - kesadaran, muncullah informasi. Maha benar Allah dengan seluruh firman-Nya.
Dalam hadits, nabi menjelaskan bahwa yang tercipta pertama kali adalah Al Qalam (pena), lalu pena itu disuruh menulis di lembaran terjaga (Lauh Al Mahfudz). Pena sebagai simbol kehendak, "ingin dikenal" (dalam hadits khazanah tersembunyi tadi) adalah perintah, Lauh Al Mahfudz adalah domain eksistensi pertama (yang disimbolkan sebagai Hari Senin), dan yang dituliskan dalam Lauhul Mahfudz tersebut adalah *ma'lumat*, informasi dari segala sesuatu dari lima domain di bawah kesadaran / As Sidrah : domain cahaya, api (plasma), gas (ruh), cair dan padat sebagai domain pasca Big Bang (awal terciptanya semesta materil).
Untuk _menyadari_ "ma'lumat", seseorang harus membaca kata per kata. Dari kata per kata, kita memahami maknanya. Tapi untuk bisa membaca kata, kita harus mengenal huruf. Nah, kaitannya dengan buku saya *Cosmic Information Dynamic's* (selanjutnya disebut CID), dari kalimat menjadi kata-kata, disana ada _spasi/space_ (antar kata), ini adalah simbol terciptanya ruang. Sedangkan *waktu*, yang disebut waktu adalah kecepatan memahami makna informasi antar kata dalam kalimat, dalam _ma'lumat_.
Secara teori dan model matematika saya sudah buatkan di buku CID. Ini hanyalah tulisan spoiler dari buku saya tersebut. Bahwa lenyapnya medan energi (kuantum) dan gravitasi (relativitas) di dalam Blackhole (radiasi Hawking), itu bukan memunculkan Whitehole - hipotesa EPR-nya Einstein. Melainkan adalah kerapatan (singularitas) apa yang saya sebut ruang-waktu di atas tadi, memasuki domain informasi yang ruang-waktu linier runtuh. Dalam pada itu, di domain eksistensi informasi atau as sidrah tersebut berlakulah simultanitas : tidak ada masa lalu, masa depan, masa kini. Dari pondasi berpikir inilah saya membuat hipotesa *Konsepsi Waktu ke-3, Al Jawi's Time*. Blackhole yang merupakan kematian bintang, semua informasi kehidupannya tercatat sejak ia meledak dari serpihan Big Bang, pertumbuhan dan perubahannya, bahkan sampai meledak dan menjadi Blackhole.
Sampai ini, saya kira, takdir manusia pun bisa tercermin dalam uraian saya itu.
Kang Farid, Tegal, 11 Januari 2026
