19 Desember 2014 pukul 21.12
Perasaan di saat itu
Ketika harapan yg begitu kuat menguap
Seperti seorang buta yg kehilangan pegangan
Bertarung ketenangan dan kesedihan yg mencekam
Hatimu menenangkan
Tidak, kau tak apa-apa
Kau tak sedih
Ini terasa biasa saja
Tapi kau tak mampu menipu dirimu
Ada perasaan yg seperti diburu
Dikejar kepedihan yg mencengkeram kedamaian
Tercekik kekecewaan yg begitu dalam
Lalu perang pikiran
Ingatan tentang tawa dan senyuman
Melawan bayangnya yg detik demi detik
Tak mungkin bersamamu lagi
Tentu kau mencoba tetap tegar
Membasuh luka itu dengan kenangan tentang teman
Tapi tawa yg ingin kau keluarkan
Hanya berhasil meneteskan tangisan
Seperti hujan yg menghapus gersang
Air yg menetes itu sedikit memberi nyaman
Sesuatu yg tak dapat dikalahkan pikiran
Oleh air mata sedikit dimenangkan
Tak kan ada nasehat yg mampu menyembuhkan
Selain penerimaan
Melepasnya langkah menjauh pergi
Tak terikat bahkan sebatas dalam ingatan
*untuk seorang kawan.
Perasaan di saat itu
Ketika harapan yg begitu kuat menguap
Seperti seorang buta yg kehilangan pegangan
Bertarung ketenangan dan kesedihan yg mencekam
Hatimu menenangkan
Tidak, kau tak apa-apa
Kau tak sedih
Ini terasa biasa saja
Tapi kau tak mampu menipu dirimu
Ada perasaan yg seperti diburu
Dikejar kepedihan yg mencengkeram kedamaian
Tercekik kekecewaan yg begitu dalam
Lalu perang pikiran
Ingatan tentang tawa dan senyuman
Melawan bayangnya yg detik demi detik
Tak mungkin bersamamu lagi
Tentu kau mencoba tetap tegar
Membasuh luka itu dengan kenangan tentang teman
Tapi tawa yg ingin kau keluarkan
Hanya berhasil meneteskan tangisan
Seperti hujan yg menghapus gersang
Air yg menetes itu sedikit memberi nyaman
Sesuatu yg tak dapat dikalahkan pikiran
Oleh air mata sedikit dimenangkan
Tak kan ada nasehat yg mampu menyembuhkan
Selain penerimaan
Melepasnya langkah menjauh pergi
Tak terikat bahkan sebatas dalam ingatan
*untuk seorang kawan.
