13 Desember 2014 pukul 19.09
Awalnya kau tak akan percaya
Padanya yg mencintaimu sepenuhnya
Mata manusia memang payah
Cahaya yg terlalu terang terasa membutakan
Ia kan mencintaimu total
Dengan rasa yg begitu besar
Bukan pada Tuhan
Tapi padamu sebagai bukti keberadaan-Nya
Tak ada satupun dari diri manusia
Yg mampu mencapai-Nya
Semua akan tersesat
Bahkan pun ia yg paling bijak
Cintamu dengannya pun sama
Tak akan sanggup mencapai-Nya
Tapi Ia yg akan datang
Cinta-Nya kan menyentuh kita berdua
Seperti Isa yg menyembuhkan si buta
Hanya dengan mengecup kelopak matanya
Menggenggam tangan
Mengangkatnya bangkit perlahan
Kita tak akan dipertemukan
Duduk di taman itu kemarin
Atau di masa depan
Tanpa cinta yg memanggil dari arah dekat
Ia memanggil
Mendekatkan hati
Untuk saling bercakap
Saling mengenal menyatukan diri
Di saat penyatuan
Kau kan mulai menerima
Meski dengan keraguan yg begitu dalam
Siapa sebenarnya manusia yg ku cinta itu
Dunia menjatuhkannya
Tapi ia tetap tertawa
Tak merasa terluka
Selalu siap berdiri kembali bangkit
Ia terseret dalam kegelapan
Tapi sinarnya tetap bertahan
Tak pernah mau padam
Menerangi apa yg menggelapinya
Dan engkau tak akan pernah tahu
Bahwa ia hanya sekali hidup
Kau tak akan bertemu lagi dengannya
Di kesempatan kehidupan kapan saja
Awalnya kau tak akan percaya
Padanya yg mencintaimu sepenuhnya
Mata manusia memang payah
Cahaya yg terlalu terang terasa membutakan
Ia kan mencintaimu total
Dengan rasa yg begitu besar
Bukan pada Tuhan
Tapi padamu sebagai bukti keberadaan-Nya
Tak ada satupun dari diri manusia
Yg mampu mencapai-Nya
Semua akan tersesat
Bahkan pun ia yg paling bijak
Cintamu dengannya pun sama
Tak akan sanggup mencapai-Nya
Tapi Ia yg akan datang
Cinta-Nya kan menyentuh kita berdua
Seperti Isa yg menyembuhkan si buta
Hanya dengan mengecup kelopak matanya
Menggenggam tangan
Mengangkatnya bangkit perlahan
Kita tak akan dipertemukan
Duduk di taman itu kemarin
Atau di masa depan
Tanpa cinta yg memanggil dari arah dekat
Ia memanggil
Mendekatkan hati
Untuk saling bercakap
Saling mengenal menyatukan diri
Di saat penyatuan
Kau kan mulai menerima
Meski dengan keraguan yg begitu dalam
Siapa sebenarnya manusia yg ku cinta itu
Dunia menjatuhkannya
Tapi ia tetap tertawa
Tak merasa terluka
Selalu siap berdiri kembali bangkit
Ia terseret dalam kegelapan
Tapi sinarnya tetap bertahan
Tak pernah mau padam
Menerangi apa yg menggelapinya
Dan engkau tak akan pernah tahu
Bahwa ia hanya sekali hidup
Kau tak akan bertemu lagi dengannya
Di kesempatan kehidupan kapan saja
